Posted by : hardiansyah mufti 04/03/13

  Segala sesuatu itu murah kecuali persahabatan, mungkin perkataan ini sudah banyak mengalami perubahan dan nggak sesuai dengan keadaan, tapi biarlah perkataan ini tetap menjadi asas yang mendasari semua hubunganku dengan orang lain. Karena aku sadar, bahwasannya untuk mendapatkan seseorang yang bisa memahami kita itu nggak semudah membalikkan tangan.

 Sebuah persahabatan tanpa pemahaman hanyalah omong kosong. Karena kita tahu bahwasannya semua yang terjadi itu pasti beralasan. Maka adakalanya kita harus membiasakan diri untuk mencoba memahami dan nggak minta dipahami orang lain. Coba kita renungkan sejenak, mana yang lebih banyak “Me” atau “Di” dalam kehidupan kita.

 Teman bagaikan rekening Bank, yang mana kita nggak bisa hanya mengambil terus menerus, melainkan kita harus selalu mengisi sisa saldo kita . Not how to take but how to give. Sebanyak saldo yang kita miliki, maka sebanyak itu pula kita bisa mengambil. Bahkan bukan hanya itu saja, Bank juga memiliki bunga yang sewaktu-waktu bisa kita dapatkan.


Leave a Reply

Silahkan isikan komentar Anda yang bersifat positif dan juga bukan spam, komentar yang bersifat positif akan saya tampilkan.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Followers

- Copyright © 2013 Blog Mufti -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -